Disabilitas Bukan Halangan Untuk Berprestasi

Disabilitas sering kali diaplikasikan untuk mengacu pada fungsi individu, termasuk gangguan jasmaniah, gangguan sensorik, gangguan kognitif, gangguan intelektual, penyakit mental, dan berjenis-jenis tipe penyakit kronis. Disabilitas bisa timbul semenjak lahir, atau terjadi selama masa hidup seseorang. Tak seorang bahkan bisa mulai memahami bagaimana hidup sebagai kompasiana, apa yang semestinya Anda lalui tiap-tiap hari dan bagaimana patut menghadapi kehidupan. Namun, ketidakmampuan Anda bukanlah halangan sebab Anda masih dapat menjalankan hal-hal besar dalam hidup dan memenuhi asa Anda. Anda penyandang disabilitas atau mempunyai keadaan medis yang mengontrol tak perlu berkecil hati sebab Anda tak sendirian sebab banyak orang-orang penyandang disabilitas termasuk artis film pria, artis film wanita, entertainer, penyanyi, pemimpin dunia, dan banyak orang familiar lainnya.

Salah satu pemikir terbesar yang pernah hidup di world ini ialah Stephen Hawking, yang termasuk ke dalam daftar orang-orang penyandang disabilitas yang paling familiar yang sudah merubah dunia dengan pekerjaannya. Ia ialah seorang spesialis fisika teoretis dan kosmologis. Karyanya melibatkan lubang hitam, teorema sinergi gravitasi, mekanika kuantum dan banyak hal lain yang mungkin susah dipahami oleh orang umum. Pada umur 21, Stephen Hawking didiagnosis dengan ALS, atau diketahui sebagai penyakit Lou Gehrig. Ia diberitahu bahwa ia tak akan hidup hingga umur 25.Tetapi selama 50 tahun Stephen Hawking masih hidup dan berjuang melawan penyakitnya dan menolak keterbatasannya mengganggu kariernya. Selama 30 tahun dia yakni seorang profesor matematika di Universitas Cambridge. Penyakit yang diderita Stephen Hawking yaitu Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang secara berjenjang melumpuhkan segala tubuh selama bertahun-tahun. Dengan komputer dan perangkat yang menciptakan kata-kata dia bisa berkomunikasi dengan orang-orang.

Sementara dari dunia seni ada Frida Kahlo. Salah satu ucapannya yang paling tenar yaitu \”Kaki, untuk apa saya membutuhkanmu dikala saya punya sayap untuk terbang?\” Kariernya sebagai seorang artis menggambarkan bahwa bakatnya membuatnya menjulang. Ia lahir di Meksiko pada tahun 1907 dan menderita polio ketika kecil, yang merusak kaki kanannya. Saat ia berusia seventeen tahun, kecelakaan lalu lintas menyebabkan ia mengalami cedera parah di pinggul dan tulang belakangnya, tergantung pada bangku roda. Sesudah kecelakaan itu, dia mulai melukis, beberapa besar potret diri. Banyak dari karyanya memadukan realisme dan fantasi dan mengeksplorasi tema-tema seperti identitas, macam kelamin, kelas, dan ras. Karyanya sudah dipelajari oleh mahasiswa seni di segala dunia dan ia yakni pekerja seni Meksiko pertama yang karyanya dipajang di Louvre. Sebagian potret dirinya yang paling familiar menampakkan dirinya di bangku rodanya.

Sementara dari Tanah Air ada Angkie Yudistia. Walaupun menonjol ordinary, Angkie menderita tunarungu semenjak duduk di tempat duduk sekolah dasar di umur 10 Tahun. Tak berkecil hati dia sanggup memecahkan sekolah sampai SMA. Berkuliah di London School of Community Relation, Angkie tak cuma menerima gelar sarjana namun juga master dari universitas ini. Dan pada umur twenty five Tahun dia menjadi founder dan CEO dari perusahaannya yang berpusat pada misi sosial dan menolong orang penyandang disabilitas dengan nama Thisable Organization.